Wawasan studi kelayakan bisnis

BISNIS DI BIDANG JASA


selain industri manufaktur, perkembangan bisnis di sektor jasa terus berlangsung. Oleh karena itu, pengertian studi kelayakan untuk industri jasa yang baik perlu didukung oleh pengertian jasa itu sendiri. Termasuk di dalamnya aspek-aspek yang menciptakan peluang untuk berkembangnya bisnis jasa itu sendiri, isu-isu Strategis yang perlu diperhatikan oleh para penyedia jasa, serta hal-hal penting perihal jasa lainnya. Memberikan porsi yang seimbang antara bisnis di bidang manufaktur dan jasa akan menambah wawasan pembaca dalam rangka bergiat pada studi kelayakan bisnis ini.


• Perkembangan Bisnis jasa


Sejumlah ahli telah berupaya membuat definisi mengenai jasa, namun hingga sekarang belum ada satu pun yang diterima secara utuh. Zeithhaml dan Bitnet (1996) mencoba merangkum banyak pendapat para ahli tentang definisi jasa sebagai:


Semua aktivitas ekonomi yang output-nya bukanlah produk atau konstruksi fisik,  yang secara umum konsumsi dan produksinya dilakukan pada waktu yang sama, dan nilai tambah yang diberikannya dalam bentuk (seperti: kenyamanan, liburan, kecepatan, dan kesehatan) yang secara prinsip adalah intingible bagi pembeli pertamanya.


Lingkungan bisnis jasa saat ini akan menghadirkan sejumlah implikasi penting terhadap perkembangan bisnis jasa ke depan, misalnya:


A. Akan terjadi inovasi jasa, misalnya seperti saat ini dengan munculnya belanja barang melalui internet. Sistem seperti ini beberapa waktu yang lampau belum ada, khususnya di Indonesia.


B. Makin meningkatnya partisipasi konsumen terhadap jasa, misalnya bahwa konsumen mulai mencari-cari sendiri berita-berita yang dibutuhkan dan tersedia di internet, sehingga peran surat kabar menjadi berkurang.


C. Makin meningkatnya kandungan jasa pada barang-barang, misalnya barang konsumsi seperti radio yang pengoperasiannya lebih mudah, atau bahkan aktivitas di tempat rekreasi.


• Perbedaan Barang dan jasa


Dengan pemberian porsi yang cukup berimbang antara bisnis jasa dan barang di dalam buku ini, kiranya perlu dipaparkan karateristik-karateristik yang membedakan antara produk barang dan jasa. Zeithaml dan Bitner menggambarkan perbedaan karakteristik barang dan jasa. Jasa memiliki karakteristik dalam hal hal: intangibiliras, keberagaman, simultanitas produksi dan konsumsi jasa, serta kerentanan (perishability). Sudah tentu, barang akan memiliki karakteristik yang berbeda terbalik. Berikut adalah paparan ke empat karakterisrik jasa tersebut:


Intingabilitas ( intangible). Jasa secara prinsip adalah intangible, walaupun sering mencakup tindakan tangible. Konsekuensi yang muncul akibat dari sifat intangibilitas adalah bahwa : jasa tidak dapat dilihat, dirasakan, dicicipi atau disentuh, oleh karena-itu, jasa tidak dapat disimpan, akibatnya fluktuasi permintaan jasa sulit untuk dikendalikan. Selanjutnya, bahwa jasa tidak dapat dipatenkan, akibatnya suatu konsep jasa akan mudah ditiru oleh pesaing. Juga, bahwa jasa sulit dikomunikasikan kepada konsumen, karena itu, kualitas jasa sulit untuk dinilai oleh konsumen. Selain itu, penentuan harga jasa juga sulit karena biaya pemrosesan jasa sulit dibedakan mana biaya tetapnya dan mana yang termasuk biaya variabel.


Keberagaman. Output jasa bervariasi sehingga jasa sulit discandarkan. Misalnya, meskipun untuk suatu jasa yang sama, setiap individu konsumen ingin dipenuhi keinginannya dengan cara yang berbeda-beda. Sebab lain misalnya adalah apabila bisnis jasa itu bersifat padat karya. Jasa bersifat uniuk-keria (kinerja), di mana setiap karyawan berbeda-beda dalam unjuk-kerjanya padahal konsumen berkehendak bahwa unjuk-kerja tersebut konsisten.


Simultanitas Produksi dan Konsumsi. Dalam produksi barang, biasanya barang dibuat terlebih dahulu baru kemudian dijual untuk dikonsumsi. Dalam produksi jasa, jasa biasanya dijual terlebih dahulu, lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. Kenyataan demikian ini, seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses, sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi.


Kerentatan (perishability). Jasa tidak dapat disimpan, dijual lagi, atau dikembalikan. Misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan kepada asalnya, jam praktek dokter, dan jasa sambungan telepon. Ketiga contoh ini akan menjawab perihal kerentanan jasa.



• MENGAPA MENGEMBANGKAN USAHA?


Sebelum melakukan pengembangan usaha hendaknya dilakukan suatu kajian yang cukup mendalam dan komprehensif untuk rnengetahui apakah usaha yang akan dilakukan itu layak atau tidak layak. Kajian semacam ini disebut dengan studi kelayakan bisnis (SKB). Sebelum membahas tentang SKB ada yang patut dipertanyakan, ”Mengapa harus mengembangkan usaha?" Mengembangkan suatu usaha merupakan jawaban dari analisis yang sifatnya Strategis yang diputuskan oleh manajemen tingkat atas. Mengembangkan usaha caranya ada bermacam-macam, misalnya:


A. membuat perusahaan baru, yang dikenal secara umum sebagai anak perusahaan, atau secara akademis sebagai SBU (Strategic Business Unit), di mana produk baru yang akan dibuat berada di bawah perusahaan yang baru ini.


B. hanya membuat produk baru, tetapi tidak dengan membuat perusahaan baru.

Belum ada Komentar untuk "Wawasan studi kelayakan bisnis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel