Yahoo grup resmi akan bangkrut! Ini 4 kesalahan yang dilakukan yahoo


Yahoo, merupakan salah satu perusahaan startup terbesar pada zamannya. Berdiri tahun 1994 oleh dua penggagasnya Jerry Yang dan David Filo, Yahoo sempat menjadi penguasa dalam inovasi industri digital di dunia. Dimulai dari search engine, surat elektronik atau email, instant messangger, dan masih banyak lagi.

Meski sempat menjadi penguasa, sayangnya hal tersebut tidaklah bertahan lama. Hari berganti hari, dan tahun berganti tahun keberadaan mereka mulai tersisihkan. Yahoo seakan tenggelam oleh berbagai inovasi yang dilakukan oleh kompetitor-kompetitornya. Mereka kalah dalam melakukan inovasi juga dalam melakukan strategi bisnis.

Bahkan pada tahun 2012, sang pendiri Jerry Yang memilih untuk pergi dari perusahaan yang telah ia rintis selama 18 tahun. Tentunya hal tersebut merupakan pukulan yang sungguh telak bagi Yahoo. Disaat mereka tengah berjuang untuk survive, justru satu kepala harus pergi.

Sebenarnya jika kamu pengen kepo untuk mengetahui penyebab serta asal muasal kemunduran Yahoo, ternyata ada 4 hal yang notabennya sebuah kesalahan telah mereka lakukan dan sedikit banyak berpengaruh terhadap kondisi mereka saat ini. Terserah kalian mau menganggap itu sebagai suatu kejumawaan, sombong, atau terlalu percaya diri.

Yang jelas akibat 4 kesalahan tersebut, kini Yahoo harus menanggung akibatnya. Mending kalau cuma profit bisnis dan kinerja manajemen yang turun, tetapi juga membuat mereka merugi hingga 831,3 miliar dollar. Uang sebanyak itu harus hilang begitu saja, langsung saja saya akan membahasnya untuk Anda.


1. Menolak membeli Google

Kesalahan pertama adalah Yahoo yang menolak membeli Google seharga 1 juta dollar. Peristiwa penolakan ini terjadi pada tahun 1998, disaat Google masih merintis seluruh inovasinya. Mereka masih merangkak, tetapi sudah dalam posisi siap untuk berlari.

Nah sayangnya Yahoo masih menganggap Google sebagai anak baru yang minim pengalaman. Mungkin rasa jumawa telah menutup mata Yahoo untuk melihat potensi yang terpampang nyata dari anak baru ini.

Dan hasilnya kini terjawab sudah, Google menjadi salah satu perusahaan start-up terbesar di dunia dengan profit hingga 46,07 miliar dollar. Bisa dibayangkan jika saja Yahoo mau menyisihkan satu juta dollarnya untuk mensupport Google 22 tahun yang lalu, mungkin kini mereka akan kecipratan keuntungannya hingga berlipat-lipat.


2. Menolak membeli Google untuk kedua kalinya pada tahun 2002

Melihat geliat Google yang semakin berkembang, Yahoo sadar akan kesalahannya. Kali ini kondisi pun berbalik, Yahoo yang meminta Google untuk membeli Google seharga 3 Miliar dollar. Saat itu Google sempat merespon.

Dengan beberapa pertimbangan, akhirnya Google menerima asalkan harga dinaikkan menjadi 5 Miliar dollar. Dan sekali lagi akibat kenaikan tersebut, Yahoo kembali menolaknya.


3. Menolak dibeli Microsoft

Kondisi Yahoo pun kian tak menentu. Hingga pada tahun 2008, demi menyelamatkan mereka, Microsoft sempat mengajukan diri untuk membeli Yahoo dengan mahar 40 miliar dollar. Mungkin pihak Microsoft masih bisa melihat peluang ditengah ketidakpastian yang dialami oleh Yahoo.

Karena bagaimana pun juga, nama besar Yahoo sebagai pemain lama tidak diragukan lagi. Sedikit perubahan mungkin bisa mengubah perusahaan ini secara signifikan.

Akan tetapi niat baik Microsoft akhirnya ditolak mentah-mentah oleh Yahoo sendiri. Mereka berdalih bahwa angka yang diajukan Microsoft sangatlah rendah. Nama besar, kredibilitas, hingga seluruh inovasi yang telah dilakukan oleh Yahoo sangat tidak setimpal dengan tawaran yang diberikan Microsoft oleh mereka.


4. Dibeli oleh Verizon

Menyerah, mungkin itu adalah satu kata yang tepat untuk mendeskripsikan kondisi Yahoo pada tahun 2016 lalu. Mereka kalah, gagal dalam berinovasi juga memperbaiki kondisi manajemen perusahaan. Kondisi fiskal, profit perusahaan dan inovasi yang stagnan menjadi faktor utama kemunduran Yahoo secara signifikan.

Tidak ada pilihan lain selain sokongan dana yang mereka butuhkan. Hingga pada akhirnya, Verizon muncul sebagai juru selamat bagi Yahoo. Akan tetapi, akusisi Verizon tak lantas menyembuhkan luka, melainkan menambah rasa sesal dan malu yang mendalam..

Mengingat, Yahoo harus menerima tawaran Verizon untuk membeli perusahaan mereka dengan mahar hanya 4,6 miliar dollar. Bukan angka yang sedikit, akan tetapi jika dibandingkan dengan pertaruhan kepada Google pada tahun 1998 dan 2002, hingga tawaran baik dari Microsoft pada tahun 2008, angka tersebut tidak ada artinya.

Kondisilah yang mengunci Yahoo untuk tetap pada satu pilihan, yakni tawaran Verizon. Mungkin nilai tersebutlah yang paling pantas untuk mereka mengingat kondisi Yahoo tahun 2016 tak ubahnya seperti sebuah perusahaan start-up baru yang minim pengalaman dan banyak sekali evaluasi yang harus dilakukan.

Sehingga, sangat tragis. Benar-benar tragis. Mereka harus menjilat ludah kejumawaan dan kesombongannya sendiri. Dan pada akhirnya waktulah yang menjawab semua itu. Kini Yahoo sudah tidak berdiri sendiri seperti sebelumnya.

Disisi lain ada baiknya apa yang terjadi pada Yahoo bisa dijadikan contoh bagi kita semua, terutama Anda sebagai seorang pebisnis. Pintarlah dalam membaca sebuah peluang, jangan jumawa, dan matangkanlah setiap keputusan yang akan diambil.

Karena hari esok adalah misteri, kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi. Google dan Microsoft, mungkin mereka berdua kini tertawa melihat apa yang terjadi pada Yahoo setelah sebelumnya seperti dicampakkan dan diremehkan.

Waktu tidak akan pernah bisa berputar, dan kesalahan akan menyisakan sebuah penyesalan….


Belum ada Komentar untuk "Yahoo grup resmi akan bangkrut! Ini 4 kesalahan yang dilakukan yahoo"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel