3 Negara Ini Tidak Mengandalkan Google Sebagai Mesin Pencari Utama

 Senangnya punya gadget yang selalu terhubung dengan koneksi internet. Untuk menemukan segala informasi di internet pun sangatlah mudah. Tinggal membuka mesin pencari seperti Google, mengetikkan keyword yang hendak ingin diketahui informasinya, lalu tidak perlu menunggu waktu lama, akan keluar berbagai hasil pencarian yang diinginkan.

Namun, bagaimana apabila ada negara yang memblokir Google sehingga mesin pencari tersebut tidak bisa digunakan? Ternyata, tiga negara ini tidak mengandalkan Google untuk mencari berbagai informasi atau berita di internet. Hmm… negara mana saja sih? Lalu, mesin pencari apa yang mereka gunakan? Ini dia bocorannya.

1. Korea Selatan (Naver)



Korea Selatan merupakan salah satu negara yang rupanya tidak menggunakan Google sebagai mesin pencari mereka. Nyatanya, penduduk di sana lebih suka mencari berbagai informasi lewat sebuah situ bernama Naver.

Ini merupakan sebuah mesin pencari yang memang utamanya menggunakan Hangeul untuk masyarakat Korea Selatan. Jadi, tidaklah heran, ya, jika masyarakat di sana menggunakan Naver dibandingkan mesin pencari lainnya.

Naver yang didirikan oleh beberapa mantan karyawan Samsung ini rupanya sudah ada sejak Juni 1999. Kata Naver diserap dari bahasa Inggris, yakni Navigate serta akhiran “er”. Kemudian, kata tersebut dielaborasikan menjadi Naver, yang berarti seseorang yang berselancar di dunia internet.

Tahukah kamu, penggunaan mesin pencari Naver ini kadang menemui kendala. Misalnya, kamu ingin mencari artikel yang ditulis dalam bahasa lain selain bahasa Korea. Katakanlah, bahasa Inggris. Sayangnya, tidak banyak masyarakat Korea yang membuat suatu artikel dalam bahasa lain. Dengan demikian, pencarian informasi dalam bahasa asing masih bisa dibilang terbatas.

Oleh karena itu, jika ingin mendapatkan hasil pencarian yang lebih luas dan lebih lengkap lagi, Google dijadikan pilihan kedua bagi masyarakat Korea Selatan sana.

2. Jepang (Yahoo! Japan)



Seperti yang diketahui, Jepang merupakan negara yang sangat maju, terutama dalam bidang teknologinya. Akan tetapi, selama ini masyarakat di sana lebih suka menggunakan mesin pencari Yahoo! ketimbang Google. Mereka mencari berbagai informasi lewat Yahoo.co.jp, yang mana situs ini merupakan Yahoo versi Jepang.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, masyarakat Jepang menyadari bahwa Google memiliki keunggulan yang lebih dibandingkan Yahoo! Sebagai contoh, pengoperasiannya lebih mudah dan hasil pencariannya pun lebih lengkap. Maka, jangan heran apabila masyarakat negara yang terkenal akan kedisiplinannya ini berangsur-angsur meninggalkan Yahoo! Dan beralih ke Google, rajanya mesin pencari.

3. China (Baidu)



Sudah tidak asing lagi, negeri tirai bambu ini memiliki aturan ketat akan segala sesuatu yang berhubungan dengan luar. Seperti yang diketahui, masyarakat lebih suka menggunakan barang-barang buatan negeri sendiri dibandingkan produk luar. Hal tersebut tampaknya juga berlaku pada mesin pencari yang digunakan.

Rupanya, masyarakat Tiongkok mengandalkan Baidu sebagai mesin pencari mereka. Selain itu, ada pula website Taobao.com dan qq.com yang diandalkan sebagai search engine untuk mendapatkan informasi tertentu.

Nah, usut punya usut, Google kini sedang merancang sebuah mesin pencari khusus untuk digunakan masyarakat di Tiongkok. Dragonfly, namanya. Mesin pencari ini dibuat sebagai tanggapan atas pemblokiran Google di negara tersebut. Dragonfly sendiri dibuat dengan adanya sensor khusus supaya bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah Tiongkok.

Nah itulah dia tiga negara yang tidak mengandalkan Google sebagai mesin pencari utama.

Belum ada Komentar untuk "3 Negara Ini Tidak Mengandalkan Google Sebagai Mesin Pencari Utama"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel